|
ARTI
LAMBANG
ARTI BENTUK, GAMBAR
DAN WARNA SERTA MAKNA LAMBANG DAERAH
Lambang Daerah
terdiri dari :
Tulisan MURUNG RAYA
menyatakan nama Daerah dan Wilayah sebagai Daerah
Otonom;
BINTANG bersudut
LIMA, melambangkan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
sebagaimana sila pertama dari Pancasila yang dalam
membangun Daerah dan Masyarakat selalu diikuti Iman dan
Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran
dari agama yang dianut masing-masing;
GUNUNG dan PUNCAK;
melambangkan cita-cita yang tinggi setinggi gunung dalam
membangun sumber daya yang ada baik sumber daya manusia
yang berkualitas dan berbudi luhur maupun sumberdaya
alam yang ada, yang kedua sumber daya ini saling
bersinergis dan lestari agar terjaga lingkungan yang
bersih dan mampu bersaing diera globalisasi ini;
HUTAN: melambangkan
potensi alam yang harus dipelihara dan dijaga
kelestariannya guna menjaga keseimbangan ekosistem alam
dan sebagai sumber kehidupan;
SUNGAI:
melambangkan aliran kehidupan yang senantiasa mengalir
menuju masyarakat yang adil dan makmur dan madani;
PADI dan KAPAS :
melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan daerah dan
seluruh masyarakat yang selalu bekerjasama dalam
mewujudkan masyarakat secara adil dan merata yang
dilambangkan :
Padi dengan jumlah
45 butir melambangkan Proklamasi Kemerdekaan RI;
Kapas dengan 17
biji merupakan tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI pada
Bulan Agustus 1945;
Tangkai Padi dan
Kapas disimpulkan oleh 2 simpul ikatan yang melambangkan
tanggal peresmian Kabupaten Murung Raya tanggal 2 Juli
2002;
Daun Padi 4 helai
dan daun kapas 3 helai menunjukan bulan pembentukan
Daerah Kabupaten Murung Raya Juli 2002;
PERISAI
:melambangkan kekuatan dan keteguhan dimana seluruh
komponen masyarakat siap menghadapi berbagai bentuk
rintangan dan teguh dalam memperjuangkan kejayaan dan
kemakmuran Kabupaten Murung Raya;
MANDAU : adalah
senjata khas etnik dayak, dimana masyarakat senantiasa
selalu siap dan berani dan waspada menghadapi bentuk
ancaman dan gangguan yang ingain merusak persatuan dan
kesatuan bangsa ;
SUMPITAN : adalah
salah satu senjata etnik dayak, yang umumnya digunakan
sebagai alat berburu, dengan menggunakan peluru (damek)
dengan jarak capai cukup jauh melalui tiupan yang kuat
dan lobang yang lurus dan tidak untuk membunuh sesama
manusia : melambangkan kejujuran, ketulusan hati serta
perdamaian berdasarkan pemikiran yang jauh dan tepat ;
RUMAH BETANG :
adalah tempat tinggal / rumah suku dayak dimana
didalamnya dihuni oleh beberapa keluarga, melambangkan
budaya betang adalah perekat Persatuan dan Kesatuan
dengan tidak memandang suku dan agama, dapat rukun satu
sama lainnya dengan tidak lupa menghormati “Pemilik
Betang” ( selalu menjunjung tinggi nilai adat dan budaya
masyarakat setempat “ dimana bumi dipijak disitu langit
dijunjung “ ;
BELANGGA :
Melambangkan barang pusaka yang nilainya tinggi, yang
melambangkan potensi kekayaan alam Kabupaten Murung Raya
dan status sosial yang bermartabat ;
GONG : Melambangkan
Persatuan Budaya Daerah :
Slogan dalam Bahasa Dayak yang
bertulis “ TIRA TANGKA BALANG “ meruupakan rangkaian
kata filosofi bahasa Kandan Siang, Murung Ot Danum yang
dalam bahasa harfiah artinya kalau sudah membuat tangga
untuk menebang sebatang pohon yang sangat besar maka
pohon tersebut harus tuntas sampai tumbang. Sehingga
Slogan Daerah Murung Raya mengandung makna “Kalau sudah
bekerja jangan setengah hati, harus selesai tuntas
mencapai tujuan“;
|