|
Pembangunan wilayah menurut UU No.4. 1984 tentang ketentuan pokok
lingkungan hidup harus berwawasan lingkungan. Berdasarkan UU
tersebut, pembangunan fisik harus memperhatikan keseimbangan
lingkungan sehingga dapat menghindari bencana seperti tanah longsor,
banjir ataupun sedimentasi. Ketersediaan air tanah dan air permukaan,
keanekaragaman plasma nutfah yang merupakan kekayaan alam hayati
merupakan hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan.
1. IKLIM DAN SUHU
Periode curah hujan tinggi yang terjadi pada bulan
November sampai dengan April, tingginya curah hujan tersebut
dimungkinkan karena pengaruh adanya DKAT (Daerah Konfergensi Antar
Tropik).
DKAT adalah suatu zone atau daerah yang lebar dimana suhu udaranya
tertinggi dan disebut pula equator termal, suhu tinggi tersebut
menyebabkan gerakan udara naik karena pemanasan dan tekanan udaranya
menjadi rendah. Kemudian terjadi gerakan udara dari daerah
sekitarnya yang lebih dingin menuju daerah DKAT. Udara yang bergerak
tersebut dalam perjalanannya melalui perairan yang banyak sehingga
banyak pula mengandung air. Udara yang naik pada daerah DKAT
menyebabkan mengembangnya kembali uap air dan turunlah hujan (menuju
konfeksi).
Tabel 3.1.
Rata-rata Kecepatan Angin dan Arah Angin
di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 –2009
Bulan
|
2007 |
2008 |
2009 |
|
Rata-rata
Kecepatan
(Knots) |
Arah
|
Rata-rata
Kecepatan
(Knots) |
Arah
|
Rata-rata
Kecepatan
(Knots) |
Arah
|
|
(1) |
(4) |
(6) |
(6) |
(5) |
(6) |
(7) |
|
Januari |
5 |
Variabel |
5 |
Barat Daya |
5 |
Barat Daya |
|
Pebruari |
5 |
Variabel |
4 |
Barat |
4 |
Barat Daya |
|
Maret |
5 |
Variabel |
4 |
Barat Daya |
4 |
Barat Daya |
|
April |
5 |
Variabel |
4 |
Variabel |
4 |
Timur Laut |
|
M e i |
5 |
Variabel |
4 |
Variabel |
4 |
Timur Laut |
|
J u n i |
4 |
Barat Daya |
4 |
Barat Laut |
5 |
Barat |
|
J u l i |
4 |
Variabel |
5 |
Barat |
5 |
Barat |
|
Agustus |
4 |
Variabel |
4 |
Utara |
4 |
Variabel |
|
September |
5 |
Variabel |
5 |
Selatan |
5 |
Barat Daya |
|
Oktober |
5 |
Variabel |
4 |
Utara |
5 |
Selatan |
|
Nopember |
4 |
Variabel |
4 |
Timur |
5 |
Barat |
|
Desember |
5 |
Barat Daya |
5 |
Barat Daya |
4 |
Barat |
Sumber : Stasiun Meteorologi Beringin Muara Teweh
Rata-rata kecepatan angin tahun 2009 di Kabupaten Murung
Raya cenderung stabil pada tiap bulannya dalam kurun waktu tiga
tahun terakhir. Sedangkan untuk arah angin ada perubahan dari tahun
sebelumnya, yaitu angin yang pada tahun 2007 sebagian besar arahnya
tidak stabil (variabel).
2. GEOLOGI
Secara umum, kemampuan lingkungan alam untuk mendukung kebutuhan
hidup manusia tergantung dan dipengaruhi oleh kemampuan dan cara
pengelolaan serta pengolahan manusia terhadap lingkungan alamnya.
Dalam pengertian tersebut, maka cara dan kemampuan manusia tersebut
adalah dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik alamiah
lingkungan alamnya, salah satunya adalah faktor geologi lingkungan.
Faktor geologi penting terhadap kegiatan pertanian karena berkaitan
dengan kemampuan lahan dan batuan pembentuk tanah menurut
jenis-jenisnya, di samping ditinjau dari sifat-sifat bahaya.
Berdasarkan Peta Geologi Wilayah Kabupaten Murung Raya sebagian
terdiri dari formasi geologi yang tergolong tua, kecuali daerah
endapan aluvium (kwater) di bagian selatan. Susunan bantuan
geologinya ialah sebagai berikut ;
1.
Kwater, merupakan batuan aluvium/endapan dari kerikil yang
membentang di dataran rendah.
2.
Miosis, merupakan batuan sedimen batu bara, batu pasir, lempung,
seringkali dengan sisipan batu gamping tipis.
3.
Paelogen, mencakup semua endapan eosen dan oligosen, yang terdiri
dari konglomerat alas pada bagian bawah, disusul oleh batu gamping
dan napal-lempung pada bagian atas.
4.
Mesozoikum, merupakan batuan facies sedimen dan gunung api, terdiri
dari batuan lelehan dan piroklastik bersusun basa dan intermediter,
batu pasir, konglomerat, sabak, kersik, serpih, lempung, dan batu
gamping.
5.
Batuan Dalam, terdiri dari granit dan granodirit
Manfaat pemahaman kondisi dan karakteristik geologi terhadap
pembangunan, misalnya dalam hal pembangunan jaringan jalan. Jaringan
jalan yang dibangun di atas jenis tanah gromosol berpotensi tidak
akan berumur panjang, karena salah satu sifat fisik tanah jenis ini
mudah mengembang jika basah dan akan retak-retak jika tanah kembali
kering di musim kemarau. Dengan demikian akan mempengaruhi kekuatan
konstruksi jalan yang harus dibangun secara khusus, tetapi akan
berbenturan dengan ketersediaan dana yang relatif terbatas. Dalam
konteks penyusunan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Murung Raya
maka hasil analisa geologi tata lingkungan meliputi ;
a.
Kawasan yang aman untuk dihuni, yang tersebar hampir di
seluruh kecamatan, dengan sistem lahan dataran sampai perbukitan.
b.
Kawasan rawan - 1 , yaitu kawasan-kawasan yang memiliki drainase
buruk, tergenang secara periodik, permukiman sporadis.
Kawasan demikian tidak terdapat di Kabupaten Murung raya.
c.
Kawasan rawan - 2, yang memiliki drainase buruk dan merupakan
kawasan tergenang sepanjang tahun. Kawasan demikian juga tidak
terdapat di Kabupaten Murung Raya.
d.
Kawasan rawan - 3, kawasan yang merupakan daerah erosi dan
resapan air. Kawasan demikian terdapat di sekitar pegunungan dan
teras - teras yang terdapat di sebagian setiap kecamatan di
Kabupaten Murung Raya.
3.
FISIOGRAFI
3.1 Kelerengan
Yang dimaksud lereng adalah perbedaan ketinggian dua tempat yang
berbeda yang dinyatakan dalam persentase. Artinya berupa meter beda
tinggi antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya dibagi
dengan jarak kedua tempat tersebut. Lereng merupakan salah satu
faktor yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pengelolaan
tanah untuk menjaga kelestarian tanah. Sehingga dalam pengelolaan
akan diperlukan syarat - syarat tertentu pada lereng tertentu pula.
Agar tanah tersebut memberi manfaat yang sebesarbesarnya.
3.2 Kedalaman Efektif
Kedalaman efektif tanah sangat penting bagi pertumbuhan akar tanaman.
Makin dalam makin baik bagi pertumbuhan tanaman. Jenis tanah erat
kaitannya dengan kedalaman efektif. Wilayah Kabupaten Murung Raya
sebagian besar mempunyai kedalaman efektif lebih dari 90 cm atau
lebih. Tanah yang dalam lebih banyak terdapat pada jenis tanah
Oksisol, podsolik, dan Litosol. Pada tanah podsolik dan regosol
sering terdapat lapisan padas pada kedalam tertentu, sehingga sulit
ditembus akar tanaman. Tanah walaupun dalam, penggunaannya untuk
tanah pertanian masih dipengaruhi tingkat kematangan dan keadaan
drainasenya. Di Murung Raya lahan dengan kedalaman efektif lebih
dari 30 - 90 cm terletak di bagian Selatan termasuk diantaranya
Tanah Siang.
Dalam kaitannya dengan kondisi geologi, sebagian besar wilayah
Kabupaten ini adalah Platad Batuan Pasir Miosen, Eosin sisipan
batubara, Eosin bawah, fesies batuan pasir, yang terletak di bagian
utara yang terjal. Sedang di bagian selatan terdapat batuan baku
leleran muda.
3.3 Tekstur Tanah
Tekstur tanah menyatakan jumlah relatif antara fraksi tanah liat,
debu dan pasir dalam tanah. Wilayah Kabupaten Murung Raya terdiri
dari 80 % bertekstur halus, yakni di Kecamatan Sumber Barito, Tanah
Siang, Permata Intan, dan Laung Tuhup. Sedang sebagian kecil di
sebelah Barat Kecamatan Sumber Barito terdapat tanah ber tekstur
sedang. Menurut peta tekstur tanah di Kabupaten Murung Raya tidak
terdapat tanah bertekstur kasar.
Tabel 3.2.
Keadaan Tekstur Tanah Wilayah per Kecamatan di Kabupaten
Murung Raya Tahun 2009
|
Kecamatan |
T e k s t u r ( Ha ) |
Jumlah |
|
Halus |
Agak Halus |
Kasar |
|
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
|
Permata Intan |
122.700 |
0 |
0 |
122.700 |
|
Sungai Babuat |
*) |
*) |
*) |
*) |
|
Murung |
23.759 |
49.241 |
0 |
73.000 |
|
Laung Tuhup |
128.338 |
182.762 |
0 |
311.100 |
|
Barito Tuhup Raya |
*) |
*) |
*) |
*) |
|
Tanah Siang |
152.200 |
2.700 |
0 |
154.900 |
|
Tanah Siang Selatan |
*) |
*) |
*) |
*) |
|
Sumber Barito |
1.411.345 |
296.955 |
0 |
1.708.300 |
|
Seribu Riam |
*) |
*) |
*) |
*) |
|
Uut Murung |
*) |
*) |
*) |
*) |
|
Jumlah |
1.838.342 |
531.658 |
0 |
2.370.000 |
4. JENIS
DAN KEMAMPUAN TANAH
Dalam
era peningkatan pelaksanaan kegiatan dan volume pembangunan, tanah
merupakan salah satu sumber daya alam yang selalu dibutuhkan dalam
setiap kegiatan. Tanah sebagai letak kegiatan yang dibebani untuk
menampung semua kegiatan mengakibatkan kebutuhan akan tanah semakin
bertambah, sementara luas tanah senantiasa tetap.
Disamping luas tanah yang tidak akan pernah bertambah, tidak semua
tanah dapat digunakan untuk berbagai jenis kegiatan bebas, karena
tanah mempunyai faktor pembatas, baik dari segi fisik maupun dari
segi hukum. Faktor pembatas, dari segi fisik yaitu: kemampuan tanah,
ketinggian, jenis tanah, kesuburan dan lain sebagainya, sedangkan
dari segi hukum meliputi penguasaan hak yang telah ada diatas tanah
tersebut.
Menurut keadaan wilayahnya
Kabupaten Murung Raya tanahnya terdiri dari berbukit-bukit dengan
ketinggian dari permukaan laut antara 25-400 m. Sedangkan dataran
rendah terdapat pada bagian Selatan membentang sejauh lebih kurang
150 Km ke Utara dan merupakan tanah dengan derajat keasaman kurang
dari 7.
Jenis tanah daerah selatan berbeda jenis tanah yang terdapat daerah
hulu utara.
Jenis tanah yang terbentuk erat hubungannya dengan bahan induk
(geologi), iklim dan keadaan medannya.
Berdasarkan keadaan tanah yang ada, maka secara garis besar jenis
tanah yang terdapat di Kabupaten Murung Raya yaitu :
1.
Oksisol (Laterilik)
Jenis tanah oksilik (lateritik) memiliki wilayah paling luas, dan
hampir meliputi seluruh wilayah bagian atas (hulu).
Keadaan medan bergelombang, berbukit, dan bergunung dengan solum
tanahnya dalam. Tanah jenis ini memiliki tekstur halus, berdrainase
baik, hanya saja daerah ini curah hujan sangat tinggi. Warna tanah
oksolik adalah kuning kemerahan dan termasuk jenis tanah yang telah
lanjut mengalami perkembangan pelapukan.
2.
Podsolik
Tanah podsolik merupakan jenis tanah yang sering dijumpai terletak
menyebar di tengah sampai hulu sungai. Tanah podsolik telah
mengalami perkembangan lebih lanjut, bersolum dalam, terbentuk dari
bahan induk batu liat, dengan bentuk wilayah berombak sampai agak
berbukit. Warna tanah podsolik ini adalah warna coklat sampai merah
kuning dengan tekstur halus sampai kasar, dan memiliki drainase baik
dengan reaksi tanah masam.
3.
Litosol
Jenis tanah ini memiliki solum dangkal dan berbatu, serta membentang
di puncak Pegunungan Muller dengan ketinggian lebih dari 500 meter
sampai 1000 meter di atas permukaan laut. Keadaan tanah yang terjal
dan curah hujan tinggi menyebabkan erosi cukup berat sehingga
menyebabkan tanah - tanah dangkal berbatu.
Kemampuan tanah suatu wilayah dapat menjadi kendala utama bagi
pengembangan wilayah terutama bagi pengembangan sektor-sektor
perekonomian yang memerlukan lahan yang produktif seperti pertanian
dan perkebunan. Lahan dengan kemampuan tanah yang tinggi berpotensi
tinggi pula untuk berbagai penggunaan, sehingga memungkinkan
penggunaan lahan yang intensif untuk berbagai jenis kegiatan.
Kemampuan tanah terdiri dari unsur-unsur lereng, kedalaman efektif,
tekstur, drainase, tingkat erosi dan faktor pembatas lainnya seperti
batu pasir dan cadas.
5.
KETINGGIAN
Untuk daerah tropis, ketinggian
wilayah merupakan unsur penting dalam menentukan persediaan fisik
tanah. Dengan adanya perbedaan tinggi akan menentukan perbedaan suhu
yang kemudian menentukan jenis tanaman yang cocok untuk diusahakan.
Tabel 3.3.
Ketinggian Wilayah Ibukota Kecamatan di Kabupaten Murung Raya
Tahun 2008
|
KECAMATAN |
Kota |
Ketinggian |
|
District |
City
|
Height (m) |
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
|
1. Permata
Intan |
Tumbang Lahung |
137 |
|
2. Sungai
Babuat |
Tumbang Bantian |
137 |
|
3. Murung |
Puruk Cahu |
125 |
|
4. Laung Tuhup |
Muara Laung |
123 |
|
5. Barito Tuhup
Raya |
Makunjung |
123 |
|
6. Tanah Siang |
Saripoi |
145 |
|
7. Tanah Siang
Selatan |
Dirung Lingkin |
145 |
|
8. Sumber
Barito |
Tumbang Kunyi |
700 |
|
9. Seribu Riam |
Muara Joloi |
700 |
|
10. Uut Murung
|
Tumbang Olong |
700 |
Menurut keadaan wilayahnya Kabupaten Murung Raya tanahnya
terdiri dari berbukit-bukit dengan ketinggian dari permukaan laut
antara 123-700 m. Sedangkan dataran rendah terdapat pada bagian
Selatan membentang sejauh lebih kurang 150 Km ke Utara dan merupakan
tanah dengan derajat keasaman kurang dari 7. Sedangkan perbatasan
wilayah dengan Propinsi Kalimantan Timur bagian selatan sebagian
besar terdapat puncak bukit yang tidak terlalu tinggi dari jajaran
pegunungan Meratus. Pada kiri kanan dataran rendah tersebut terdiri
dari dataran tinggi, perbukitan, pegunungan lipatan dan patahan,
terdapat adanya tanah berwarna merah, kuning serta batuan induk
hasil endapan, batuan beku dan batu-batuan lainnya.
|