|
Geografis
Karakteristik alam Kabupaten Murung
Raya dengan luas wilayah sekitar 23.700 Km², didominasi
oleh pegunungan dan perbukitan, hulu sungai, dan
riam-riam. Kondisi topografi yang demikian antara lain
menyebabkan udaranya terasa dingin dan agak lembab
dengan curah hujan rata-rata sekitar 3.000 mm per tahun.
Temperatur udara rata-rata berkisar
22º-35ºC, dengan kelembaban nisbi rata-rata 85%. Fungsi
kawasan di bagian Utara wilayah ini menjadi sangat
penting, terutama sebagai haparan emas hijau hutan hujan
tropis yang masih asli dengan keanekaragaman hayati yang
tinggi, juga sebagai menara air (water reservoir) bagi
sungai-sungai utama di wilayah Kalimantan, khususnya
Sungai Barito yang memiliki panjang mencapai 900 km.
| |
 |
|
Secara geografis
Kabupaten Murung Raya terletak di daerah khatulistiwa
berada di wilayah bagian utara Kalimantan Tengah, yaitu
pada posisi antara 113° 20`– 115° 55` BT dan antara
0°53`48” LS – 0° 46` 06” LU. Sementara itu, batas-batas
wilayah Kabupaten Murung Raya secara administratif
adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara
berbatasan dengan Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi
Kalimantan Barat dan Kabupaten Kutai Barat Provinsi
Kalimantan Timur.
Sebelah Timur
berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat Provinsi
Kalimantan Timur dan Kecamatan Lahei Kabupaten Barito
Utara.
Sebelah Selatan
berbatasan dengan Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten
Barito Utara dan Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas.
Sebelah Barat
berbatasan dengan Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten
Gunung Mas dan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.
Kabupaten Murung
Raya meliputi 5 wilayah kecamatan, yang terdiri dari 116
desa dan 2 kelurahan. Kecamatan dimaksud adalah
Kecamatan Murung dengan luas wialyah 730 Km², Kecamatan
Laung Tuhup dengan luas 3.111 Km², Kecamatan Tanah Siang
dengan luas 1.549 Km², Kecamatan Permata Intan dengan
luas 1.227 Km², dan Kecamatan Sumber Barito dengan luas
17.083 Km²
A. Keadaan
Topografi
Pada umumnya
Kabupaten Murung Raya dari wilayah bagian selatan hingga
bagian Timur merupakan dataran agak rendah, sedangkan ke
arah Utara dengan bentuk daerah berbukit-bukit lipatan,
patahan yang dikelilingi oleh hamparan pegunungan
Muller/Schwaner.
Apabila dilihat
dari tingkat ketinggiannya, maka sebagian besar 72,08%
dari luas wilayah Kabupaten Murung Raya terletak pada
ketinggian 500-1.000 meter dari permukaan laut, terutama
di daerah Kecamatan Sumber Barito. Kemudian 5,18%
terletak pada ketinggian 100-500 meter dari permukaan
laut.
Bagian wilayah
dengan lereng atau kemiringan 0 - 2 % terdapat di bagian
selatan tepi sungai Barito, bagian wilayah dengan
kemiringan 2 - 15% tersebar di semua kecamatan seluas
1.785 Km 2 ( 21,94% ), bagian wilayah dengan kemiringan
15 - 40% tersebar di semua kecamatan seluas 4.275 Km 2 (
52,55% ) dan wilayah di atas 40% seluas 2.075 Km2 (
25,51% ).
B. Jenis Tanah
Secara umum jenis
tanah yang dominan terdapat di Kabupaten Murung Raya
terdiri dari 3 jenis yaitu : Podsolik seluas 30,17%,
Oksisol ( Laterik ) seluas 61,98% dan Litosol seluas
7,85%. Jenis tanah Podsolik terdapat di Kecamatan Laung
Tuhup, Murung, Tanah Siang, Permata Intan dan sedikit di
Kecamatan Sumber Barito. Jenis tanah Oksisol ( Laterik )
banyak ditemukan di Kecamatan Sumber Barito dan sedikit
di Kecamatan Tanah Siang. Sedangkan jenis tanah litosol
hanya terdapat di Kecamatan Sumber Barito.sebanyak
57,69% dari jenis tanah sesuai untuk berbagai penggunaan
seperti untuk perkebunan kelapa, kelapa sawit, karet,
tanaman pangan, persawahan dan permukiman.
C. Klimatologi
Kabupaten Murung
Raya termasuk daerah beriklim tropis yang lembab dan
panas, karena secara geografis terletak di garis
khatulistiwa dengan curah hujan yang cukup tinggi (
berkisar dari 2.500 - 4.000 mm/tahun ). Suhu pada siang
hari rata-rata 26,5 derajat Celcius, sedangkan pada
malam hari rata-rata 23,2 derajat Celcius. Curah hujan
rata-rata 2.909 mm/tahun dan kelembaban nisbi (RH)
sekitar 85%.
D. Hidrologi
Wilayah Kabupaten
Murung Raya dilintasi oleh sungai Barito dan beberapa
cabang anak sungainya dengan panjang dan kedalaman dasar
sungai sangat bervariasi. Sungai-sungai tersebut
berfungsi sebagai urat nadi transportasi untuk angkutan
barang dan penumpang di sebagian besar wilayah Kabupaten
Murung Raya.
Beberapa cabang
atau anak sungai yang dapat dilayari yaitu : sungai
Laung sepanjang 35,75 km, sungai Babuat sepanjang 29,25
km, sungai joloi sepanjang 40,75 km dan sungai Busang
sepanjang 75,25 km. Kedalaman dasar berkisar antara 3-8
m dan lebar badan sungai lebih dari 25 m.
E. Pemerintahan
Secara administrasi
pemerintahan Kabupaten Murung Raya terdiri dari 5
kecamatan, 116 desa dan 2 kelurahan definitif. Dari
jumlah desa/kelurahan tersebut sebanyak 35 buah desa (
29,66% ) berada di Kecamatan Laung Tuhup, 31 buah desa (
26,27% ) berada di Kecamatan Tanah Siang, 20 desa (
16,95% ) berada di Kecamatan Sumber Barito, 18 desa (
15,25% ) berada di Kecamatan Permata Intan dan 14
desa/kelurahan ( 11,86% ) berada di Kecamatan Murung.Berdasarkan
kriteria PMD-Depdagri jumlah desa/kelurahan yang
diklasifikasikan menjadi desa/kelurahan Swadaya (
tradisional ) sebanyak 9 desa ( 7,63% ), Swakarya (
transisional ) sebanyak 61 desa ( 51,69% ), dan
Swasembada ( berkembang ) sebanyak 48 desa ( 40,68% ).
|